Infobeken.com, SUKOHARJO – Tekad besar dibawa petenis muda Ressjalina Nur Afifah pada turnamen nasional DETEC K3N7O3N9 Open di Sukoharjo, Jawa Tengah. Atlet asal Klaten itu ingin menjadikan turnamen ini sebagai panggung perpisahan yang manis dari kelompok junior.
Ressjalina, yang merupakan siswi SMA Negeri 2 Klaten, membidik gelar juara pada nomor tunggal dan ganda putri Kelompok Umur (KU) 18 tahun. Ia menyebut ambisi tersebut sebagai “kado perpisahan” untuk tahun terakhirnya berlaga di kategori junior.
Langkah Ressjalina menuju gelar juara akan diuji oleh petenis unggulan empat asal Semarang, Kaitlyn Wijaya. Menariknya, Ressjalina akan menghadapi Kaitlyn dalam dua final sekaligus, yakni tunggal putri dan ganda putri KU 18.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Partai final tunggal dijadwalkan berlangsung di Stadion Tenis Gelora Merdeka, Sabtu (4/7). Sementara pada nomor ganda, Ressjalina yang berpasangan dengan Syavira Dhini Maimunah akan menantang Kaitlyn Wijaya/Nadine Pramesthi Setya Komalasari.
Meski belum pernah bertemu langsung, Ressjalina tetap percaya diri menghadapi Kaitlyn. Ia menilai lawannya memiliki tipe permainan yang mirip dengannya, yakni bermain flat, ulet, dan aktif menjemput bola.
“Sekilas dia setipe denganku. Bolanya flat, ulet, dan suka jemput bola. Tapi dia kan lebih muda. Jadi, besok aku coba bermain lebih dewasa. Harus bisa kontrol diri. Mulai buka lapangan. Nyerang pas enak,” ujar Ressjalina.
Ressjalina memastikan dirinya tidak hanya mengandalkan semangat, tetapi juga evaluasi dari laga sebelumnya. Pada semifinal tunggal, ia berhasil mengalahkan unggulan kedelapan, Getsa Zainine, melalui pertandingan ketat tiga set dengan skor 6-1, 4-6, 10-8.
Kemenangan tersebut menjadi pelajaran penting bagi Ressjalina. Ia sempat kehilangan set kedua karena banyak melakukan unforced error dan gagal menjaga fokus permainan.
“Return-ku jelek banget di set kedua. Habis itu, fokusku benar-benar hilang. Untung, di tie break, aku bisa balik ke ritme set pertama dan memenangkan pertandingan,” ungkap Ressjalina.
Pengalaman serupa juga terjadi pada semifinal ganda. Ressjalina dan Syavira Dhini Maimunah sempat kehilangan momentum setelah unggul 3-0 atas pasangan Andi Arumi/Anggita Liatin.
“Ya, tadi di semifinal servis kami juga dua kali lepas habis unggul 3-0. Tapi, final juga sudah kami siapin. Dhini banyak main lob buat besok,” kata Ressjalina, yang selama ini berlatih di bawah bimbingan orang tuanya sendiri.
Turnamen nasional DETEC K3N7O3N9 Open edisi kedelapan menjadi ajang penting bagi para petenis junior untuk menunjukkan kualitas terbaiknya. Pada beberapa kelompok umur, unggulan teratas mampu menembus final tunggal dengan mulus. Namun, KU 18 dan KU 12 putri menghadirkan cerita berbeda yang membuat laga puncak semakin menarik untuk disaksikan. (ben)














Komentar