Infobeken.com, New York – Take-Two Interactive, penerbit gim populer Grand Theft Auto, kembali mengambil langkah tegas menyusul kasus pembocoran konten GTA VI yang sempat menghebohkan komunitas gamer
Dilansir dari laporan Engadget pada Jumat (21/8) waktu setempat, perusahaan yang menaungi pengembang GTA VI itu mengajukan dua permohonan surat panggilan kepada Pengadilan Federal Amerika Serikat untuk Daerah Selatan New York untuk meminta Microsoft dan Discord menyerahkan informasi yang berkaitan dengan dugaan kebocoran tersebut.
Permohonan pertama ditujukan kepada Microsoft. Take-Two meminta informasi terkait sebuah repositori GitHub yang diduga menjadi tempat penyimpanan materi milik perusahaan, termasuk video, gambar, karya seni, dialog, dan berbagai materi kreatif lainnya.
Take-Two juga meminta Microsoft menyerahkan dokumen bisnis dan hasil penyelidikan internal perusahaan terkait akun atau identitas yang menggunakan nama “Cyberleek”.
Sementara itu, kepada Discord, Take-Two meminta informasi mengenai sejumlah akun dan server yang diduga berkaitan dengan penyebaran ilegal materi GTA VI.
Beberapa akun yang disebut antara lain CYBERLEEK, CINEMATICROCKSTAR, dan Surfer24k. Take-Two juga meminta informasi dari server milik kreator konten GTA V DarkViperAU serta server bernama !Odyssey.
Informasi yang diminta mencakup data yang dapat mengidentifikasi pemilik akun, seperti nama lengkap, nomor telepon, akun lain yang terhubung, serta konten yang pernah dibagikan terkait GTA, Rockstar, atau Cyberleek.
Cuplikan permainan GTA VI bocor di internet pada 18 Agustus. Take-Two kemudian mengirimkan permintaan penghapusan kepada berbagai platform untuk menghentikan penyebaran materi tersebut.
Namun, bocoran baru terus bermunculan. Sejumlah video bahkan disebut menunjukkan bahwa pihak yang menggunakan identitas Cyberleek kemungkinan memiliki akses ke purwarupa pengembang GTA VI yang dapat dimainkan.
Kebocoran tersebut terjadi hanya beberapa hari sebelum Take-Two dan Rockstar dijadwalkan menayangkan trailer baru GTA VI di Netflix pada 27 Agustus.
Kebocoran cuplikan permainan GTA VI ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada 2022, beberapa cuplikan permainan gim tersebut tersebar di internet setelah diretas oleh seorang anggota kelompok peretas Lapsus$ yang saat itu berusia 18 tahun.
Cuplikan tersebut bahkan disebarkan menggunakan perangkat Amazon Fire TV Stick.
Setelah menjalani pemeriksaan kondisi mental, pelaku dinilai tidak dapat menjalani persidangan. Pengadilan kemudian menjatuhkan perintah perawatan di rumah sakit tanpa batas waktu.















Komentar