Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan UKM di Era AI

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 18:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

CEO Getfly Technology JSC Nguyen Huy Hoang. (ANTARA/HO-Getfly)

CEO Getfly Technology JSC Nguyen Huy Hoang. (ANTARA/HO-Getfly)

Infobeken.com, Jakarta – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UKM) di Indonesia didorong untuk memperkuat kedaulatan data sebagai fondasi ketahanan menghadapi era kecerdasan buatan (AI). Hal ini disampaikan dalam forum ekonomi digital yang menyoroti pentingnya tata kelola data mandiri bagi pelaku usaha kecil agar mampu bersaing di tengah transformasi teknologi.

CEO Getfly Technology JSC Nguyen Huy Hoang mengatakan kedaulatan data kerap terlupakan oleh pelaku UMKM padahal bisnis mereka yang menjalankan digitalisasi penuh dengan banyak data penting seperti data pelanggan, operasional, dan pengetahuan perusahaan.

“Bisnis jarang menggambarkan masalah ini sebagai ‘kehilangan kedaulatan data,’” kata Hoang dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika hal ini terus berlanjut maka “Mereka (UMKM) biasanya mengalaminya secara tidak langsung melalui ketidakstabilan operasional.”

Hoang menilai kedaulatan data bahkan pada bisnis skala mikro sekalipun perlu dipandang sebagai persoalan manajemen bisnis, bukan hanya persoalan teknologi informasi.

Ia menjelaskan beberapa kemungkinan tantangan yang dihadapi oleh pelaku UMKM dalam mencapai kedaulatan data tersebut, dari sisi teknologi ada kemungkinan bisnis mengalami ketergantungan terhadap platform pihak ketiga.

Ketergantungan terhadap pihak ketiga itu dapat menjadi risiko ketika terjadi perubahan algoritma, kebijakan, biaya, maupun akses terhadap data.

Di sisi lain, ketergantungan pada karyawan tertentu juga dapat membuat informasi pelanggan dan proses bisnis ikut hilang ketika individu tersebut meninggalkan perusahaan.

Data yang tersimpan di spreadsheet pribadi, riwayat pesan, atau ingatan karyawan membuat perusahaan sulit membangun aset pengetahuan yang dapat digunakan secara berkelanjutan.

Menjawab beberapa tantangan tersebut, sebagai penyedia layanan manajemen konsumen maka Hoang menyarankan agar pelaku usaha dapat membangun sistem terpusat yang mengintegrasikan data pelanggan dan proses operasional.

Membantu para pelaku UMKM itu, Getfly CRM hadir sebagai solusi memberikan dukungan untuk menyimpan profil pelanggan, riwayat interaksi, aktivitas penjualan, hingga proses tindak lanjut dalam sistem yang menjadi bagian dari operasional perusahaan.

“Bisnis seharusnya tidak memulai transformasi digital dengan bertanya software apa yang harus mereka beli. Mereka harus terlebih dahulu mengidentifikasi di mana operasional mereka terfragmentasi, kemudian membangun kembali fondasinya berdasarkan data dan proses yang terstandarisasi,” kata Hoang.

Kontrol terhadap data juga menjadi fondasi dalam pengembangan Agentic Business OS Getfly, sistem tersebut menggabungkan Getfly CRM dan AutoFly AI Agent melalui pendekatan “People+Data+AI”.

CRM berfungsi sebagai fondasi data, sementara AutoFly AI Agent dapat menggunakan konteks bisnis tersebut untuk menganalisis informasi, mengidentifikasi risiko, dan memberikan rekomendasi tindakan dengan tetap melibatkan pengawasan manusia.

Dalam penerapannya, pelaku UKM dapat menentukan akses AutoFly terhadap data yang relevan serta menambahkan tahapan persetujuan manajemen sebelum rekomendasi AI dijalankan.

Pendekatan ini memungkinkan AI membantu proses pengambilan keputusan tanpa menghilangkan kontrol manusia atas operasional bisnis.

Bagi UKM di Indonesia, kebutuhan tersebut semakin relevan karena bisnis kini menggunakan semakin banyak kanal, mulai dari lokapasar, aplikasi pesan instan, cloud, CRM, hingga berbagai teknologi AI.

Keamanan juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan data bisnis, maka dari itu mencari mitra yang tepat dengan standar yang jelas menjadi salah satu parameter yang tidak boleh dilupakan dalam digitalisasi layanan.

Getfly telah memperoleh sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi, yang mencakup pengelolaan risiko, kontrol akses, tata kelola, prosedur operasional, serta peningkatan praktik keamanan secara berkelanjutan.

Dengan demikian keamanan data yang dimiliki pelaku usaha terjamin mengingat adanya standar layanan tinggi dalam hal sistem manajemen keamanan informasi.

Follow WhatsApp Channel infobeken.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Strategi YouTube: Konten Orisinal Jadi Senjata di Shorts
Soal Aturan Pelindungan Anak, Menkomdigi Peringatkan CEO Roblox
Instagram Luncurkan Fitur Baru, Feed Jadi Lebih Mudah
Google Percepat Siklus Update Chrome Demi Keamanan
Teknologi XR di “Pelangi di Mars” Buka Babak Baru Sinema Indonesia
First Draft: Inovasi Instagram untuk Tingkatkan Kreativitas Pengguna
Pembocoran GTA VI, Take-Two Minta Bantuan Microsoft dan Discord
Apple Music Bikin Terobosan, Lagu Buatan AI Diberi Cap Unik
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Strategi YouTube: Konten Orisinal Jadi Senjata di Shorts

Selasa, 22 September 2026 - 19:46 WIB

Soal Aturan Pelindungan Anak, Menkomdigi Peringatkan CEO Roblox

Kamis, 17 September 2026 - 18:22 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan UKM di Era AI

Jumat, 11 September 2026 - 20:08 WIB

Instagram Luncurkan Fitur Baru, Feed Jadi Lebih Mudah

Rabu, 9 September 2026 - 17:38 WIB

Google Percepat Siklus Update Chrome Demi Keamanan

Berita Terbaru

Ilustrasi Youtube. Foto : ist

Technology

Strategi YouTube: Konten Orisinal Jadi Senjata di Shorts

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:23 WIB

Song Min-ho WINNER. (Foto: Tangkapan layar akun Instagram @realllllmino)

Infotainment

Kasus Lalaiwamil, Song Min-ho WINNER Divonis Penjara

Kamis, 1 Okt 2026 - 20:42 WIB