Prof DR Sutan Nasomal : Purbaya Harus Berani Untuk Pembenahan Total

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 19:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Infobeken.com | Jakarta — Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom Nasional, Prof. DR KH Sutan Nasomal SE, SH, MH, menegaskan bahwa Menteri Keuangan Purbaya memiliki tugas besar untuk melakukan pembenahan total terhadap sistem perekonomian nasional yang hingga kini dinilai masih sarat dengan “benang kusut”. Hal itu disampaikan dalam sesi wawancara bersama para pemimpin redaksi media cetak dan online di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, Jumat (14/11)

Menurut Prof Sutan, terobosan Kementerian Keuangan dalam mendorong bantuan kredit lunak bagi pelaku usaha kecil dan menengah merupakan langkah yang tepat dan sudah lama ditunggu masyarakat. Namun, ia menilai upaya tersebut tidak akan optimal tanpa keberanian pemerintah menata ulang sektor perbankan dan sistem pengawasan nasional.


“Bank Punya Uang, Tetapi Tidak Berani Membuka Jalur Proyek”

Prof Sutan mengungkapkan bahwa salah satu masalah utama terletak pada pola kebijakan perbankan yang terlalu berpihak pada pengusaha besar, sementara pelaku UMKM—yang jumlahnya mencapai puluhan juta—justru kesulitan mendapatkan akses kredit.

“Bank punya uang, tetapi tidak berani membuka jalur untuk proyek. Ada proyek, tetapi tidak ada uangnya. Padahal jutaan UMKM mampu bekerja membangun ekonomi yang sehat, hanya butuh dorongan dan keberanian pemerintah,” tegasnya.

Ia meminta Menteri Purbaya untuk memanggil seluruh pimpinan eksekutif bank dan memastikan mereka tidak mempersulit kredit masyarakat kecil. Ia menilai selama ini bank justru lebih banyak merangkul pengusaha besar yang tidak jarang macet dalam pembayaran.


Seruan Memutus Benang Kusut Sistem Ekonomi dan Pengawasan

Prof Sutan menekankan bahwa persoalan ekonomi Indonesia tidak semata-mata terletak pada anggaran, melainkan pada lemahnya pengawasan dan adanya oknum-oknum pemerintah yang “bermain dua kaki”.

Ia mencontohkan hasil inspeksi mendadak Menteri Purbaya ke Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya, yang menemukan sejumlah kejanggalan dan indikasi lemahnya sistem pengawasan.

“Benang kusut ini merugikan negara. Banyak oknum yang bermain, ini bukan rahasia lagi,” ujarnya.

Sutan juga menyoroti membanjirnya barang impor tidak wajar yang berdampak pada hancurnya industri nasional. Banyak pabrik harus tutup dan memindahkan produksi ke luar negeri, sehingga PHK massal tak terhindarkan.


Dorongan Reformasi Sistem dan Ketegasan Penegakan Hukum

Dalam pandangannya, pemerintah harus berani membersihkan oknum pejabat dan kepala daerah yang terlibat dalam permainan rente ekonomi.

“Setelah ekonomi berantakan seperti saat ini, pihak yang bermain di banyak sektor harus dibuang. Sistem yang kusut ini harus digunting. Tangkap oknum-oknumnya agar sistem sehat bisa kembali berjalan,” ujar Prof Sutan.

Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi global saat ini tidak stabil, sehingga hanya negara yang memiliki sistem sehat dan penegakan hukum kuat yang mampu bertahan.


Bangun Hal Baru, Jangan Cari yang Sudah Tenggelam

Prof Sutan menyoroti bahwa pemerintah tidak boleh terpaku pada kebijakan lama yang tidak lagi relevan. Ia mendorong terciptanya terobosan-terobosan baru untuk memperkuat ekonomi rakyat dan menghidupkan kembali industri nasional.

“Jangan mencari hal yang sudah tenggelam. Ciptakan yang baru untuk mendorong kekuatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat kecil sangat menunggu keberpihakan nyata pemerintah—terutama dalam membuka lapangan kerja, memberikan kredit produktif, dan menata ulang sistem yang rusak.


Narasumber:
Prof DR KH Sutan Nasomal SE, SH, MH

Penulis & Editor : ( ys).

Follow WhatsApp Channel infobeken.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Dekade Zuci Studio, “Move, Grow & Glow” Padukan Olahraga dan Edukasi Kesehatan
Kemkomdigi Ungkap Mayoritas Masyarakat Indonesia Tersentuh Praktik Scam
Guruh Soekarno Meninggal Dunia, Rano Karno: Bendera Partai Turun Setengah Tiang
Demi Wirausaha Berkualitas, Kementerian UMKM Perkuat Inkubator
Tom Cruise Bongkar Kelemahan AI di Dunia Film
Artis Revaldo Kembali Diciduk karena Narkoba, Polisi: Kami Akan Buru Pemasoknya
Puncak Haul Satu Abad Rahmi Hatta Digelar 5 September 2026 di GBK, Hadirkan Pagelaran Seni, Nikah Massal hingga Bazar UMKM
Profil Irjen Pol Awal Chairuddin, Perwira Akpol 1994 yang Kini Jabat Pejabat Utama Divisi Hukum Polri
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Satu Dekade Zuci Studio, “Move, Grow & Glow” Padukan Olahraga dan Edukasi Kesehatan

Senin, 28 September 2026 - 19:41 WIB

Kemkomdigi Ungkap Mayoritas Masyarakat Indonesia Tersentuh Praktik Scam

Kamis, 24 September 2026 - 20:57 WIB

Demi Wirausaha Berkualitas, Kementerian UMKM Perkuat Inkubator

Rabu, 23 September 2026 - 20:35 WIB

Tom Cruise Bongkar Kelemahan AI di Dunia Film

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Artis Revaldo Kembali Diciduk karena Narkoba, Polisi: Kami Akan Buru Pemasoknya

Berita Terbaru

Ilustrasi Youtube. Foto : ist

Technology

Strategi YouTube: Konten Orisinal Jadi Senjata di Shorts

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:23 WIB

Song Min-ho WINNER. (Foto: Tangkapan layar akun Instagram @realllllmino)

Infotainment

Kasus Lalaiwamil, Song Min-ho WINNER Divonis Penjara

Kamis, 1 Okt 2026 - 20:42 WIB