Teknologi XR di “Pelangi di Mars” Buka Babak Baru Sinema Indonesia

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dr. (c) Pritha Ayodya Basuki dari Program Doktoral Ilmu Komunikasi Pascasarjana Universitas Sahid memberikan paparan dalam Forum Group Discussion (FGD) kolaboratif bertajuk "Beyond Research to Impact - Pelangi di Mars the Movie: Transhuman Creative Technologist" yang digelar di Studio DossguavaXR di PFN, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). (ANTARA/HO-Universitas Sahid)

Dr. (c) Pritha Ayodya Basuki dari Program Doktoral Ilmu Komunikasi Pascasarjana Universitas Sahid memberikan paparan dalam Forum Group Discussion (FGD) kolaboratif bertajuk "Beyond Research to Impact - Pelangi di Mars the Movie: Transhuman Creative Technologist" yang digelar di Studio DossguavaXR di PFN, Jakarta, Sabtu (29/8/2026). (ANTARA/HO-Universitas Sahid)

Infobeken.com, Jakarta – Industri film Indonesia kembali mencatat tonggak penting dengan hadirnya Pelangi di Mars, sebuah karya yang memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih imersif. Film ini digadang-gadang sebagai pionir dalam penerapan XR di layar lebar tanah air, sekaligus membuka peluang baru bagi perkembangan perfilman nasional.

Sutradara sekaligus kreator “Pelangi di Mars” Upie Guava dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, mengatakan perkembangan teknologi visual memungkinkan batasan fisik dalam produksi film konvensional ditembus melalui pemanfaatan teknologi tingkat tinggi.

“Batasan fisik dalam produksi film konvensional kini bisa ditembus dengan inovasi ekosistem manufaktur High Advance Technology,” kata Upie.

Menurut Upie, pemanfaatan teknologi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menuju kedaulatan teknologi Indonesia. Dia juga menyebut film “Pelangi di Mars” sebagai intellectual property (IP) atau kekayaan intelektual yang merupakan aset masa depan bangsa.

Kandidat doktor Program Doktoral Ilmu Komunikasi Pascasarjana Universitas Sahid Pritha Ayodya Basuki menambahkan bahwa transformasi komunikasi teknologi di era digital memerlukan edukasi literasi teknologi terhadap generasi muda.

Melalui studi kasus film “Pelangi di Mars”, Pritha mengkaji bagaimana inovasi teknologi baru membentuk transformasi manusia menjadi pakar teknologi kreatif dalam kajian komunikasi.

Dia juga melihat film tersebut bukan merupakan film kecerdasan buatan (AI) karena dibuat selama lima tahun dengan melibatkan ratusan animator muda Indonesia.

Penggunaan teknologi extended reality (XR) memberikan fleksibilitas tinggi dalam proses produksi sehingga memungkinkan sineas untuk menghadirkan berbagai latar visual secara efisien tanpa ketergantungan pada lokasi fisik dan biaya yang tinggi.

Film “Pelangi di Mars” mengisahkan kondisi pada tahun 2100, ketika krisis air mengancam masa depan Bumi. Pelangi, anak pertama yang lahir di Mars, memulai sebuah petualangan bersama robot-robot malafungsi untuk menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang dipercaya dapat menyelamatkan masa depan Bumi.

Namun dalam perjalanannya, Nerotek korporasi raksasa yang menguasai sumber air melakukan segala cara untuk merebut penemuan tersebut.

Film yang tayang pada Maret lalu itu dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, dan Livy Renata, dengan dukungan pengisi suara Kristo Immanuel, Bimoky, Gilang Dirga, Vanya Rivani, serta Dimitri Arditya.

Follow WhatsApp Channel infobeken.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Strategi YouTube: Konten Orisinal Jadi Senjata di Shorts
Soal Aturan Pelindungan Anak, Menkomdigi Peringatkan CEO Roblox
Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan UKM di Era AI
Instagram Luncurkan Fitur Baru, Feed Jadi Lebih Mudah
Google Percepat Siklus Update Chrome Demi Keamanan
First Draft: Inovasi Instagram untuk Tingkatkan Kreativitas Pengguna
Pembocoran GTA VI, Take-Two Minta Bantuan Microsoft dan Discord
Apple Music Bikin Terobosan, Lagu Buatan AI Diberi Cap Unik
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Strategi YouTube: Konten Orisinal Jadi Senjata di Shorts

Selasa, 22 September 2026 - 19:46 WIB

Soal Aturan Pelindungan Anak, Menkomdigi Peringatkan CEO Roblox

Kamis, 17 September 2026 - 18:22 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan UKM di Era AI

Jumat, 11 September 2026 - 20:08 WIB

Instagram Luncurkan Fitur Baru, Feed Jadi Lebih Mudah

Rabu, 9 September 2026 - 17:38 WIB

Google Percepat Siklus Update Chrome Demi Keamanan

Berita Terbaru

Ilustrasi Youtube. Foto : ist

Technology

Strategi YouTube: Konten Orisinal Jadi Senjata di Shorts

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:23 WIB

Song Min-ho WINNER. (Foto: Tangkapan layar akun Instagram @realllllmino)

Infotainment

Kasus Lalaiwamil, Song Min-ho WINNER Divonis Penjara

Kamis, 1 Okt 2026 - 20:42 WIB